9 Aturan Pernikahan Yang Tidak Tertulis

1. Jangan mengkritik mertua atau teman-teman pasangan Anda

Anda tahu keluarga bisa menjadi kerikil dalam rumah tangga Anda. Itulah mengapa Anda harus bersikap baik dengan mertua dan teman pasangan Anda. Bahkan ketika ia mengeluhkan sikap keluarga atau sahabatnya, hal terbaik yang Anda lakukan adalah berempati dan menjadi pendengar yang baik.

2. Beritahu pasangan Anda tentang pertemuan dengan lawan jenis

Apakah Anda mendapatkan permintaan teman Facebook atau tanpa sengaja bertemu dengan mantan di pertandingan sepak bola anak Anda, tidak menceritakannya kepada pasangan bisa menjadi bumerang. “Kalau tidak ada apa-apa untuk disembunyikan, mengapa menyembunyikannya?” kata Deb Castaldo, PhD, seorang terapis pasangan dan keluarga dan profesor di Rutgers University School of Social Work.

3. Tidak memberi nasihat yang tak diminta

“Kita cenderung memberikan saran karena berusaha untuk membantu, tapi itu akan dilihat sebagai kritik ketika melakukan koreksi terlalu banyak,” kata Harriet Lerner, PhD, psikolog klinis, penulis Marriage Rules: A Manual for the Married and the Coupled Up. Hal ini berlaku untuk segala hal dari pilihan pakaian suami Anda hingga cara ia mengatasi masalah kerja. Berikan pasangan Anda ruang untuk membuat keputusan dan mendapatkan kepercayaan melalui trial and error-dan meminta bahwa ia melakukan hal yang sama untuk Anda, kata Dr Lerner. “Yang penting dalam suatu hubungan bukan hal harus dilakukan dengan ‘benar’ tapi dua orang yang berdedikasi untuk memberikan kontribusi untuk kebahagiaan masing-masing.”

4. Jangan mengambil alih sepanjang waktu

Apakah Anda mengelola keuangan karena Anda tidak berpikir dia bijak, atau Anda mungkin merasa lebih nyaman melakukan semua pekerjaan? “Para pasangan yang selalu mengambil alih semua tanggung jawab dapat menjadi lelah dengan peran itu,” kata psikolog. LeslieBeth Wish, EdD, dan pada akhirnya akan marah bahwa segala sesuatu menjadi bebannya. Selalu minta pendapat pasangan Anda untuk berbagai hal.

5. Jangan mengungkit masa lalu

Sangat penting untuk menangani isu-isu yang terjadi dan datang untuk mencari pemecahan, bukan menyalahkan. Jika ia pernah membuat kesalahan masa lalu dan masalah tersebut terulang kembali seperti tabungan yang habis, lupa menghadiri pertunjukan drama anak karena sibuk atau apa saja. Simpan energi kalian untuk memecahkan masalah daripada meyalahkan serta hindari kalimat,”Kamu selalu saja…,” atau “Kamu tak pernah…,”

6. Jangan menimbun kekesalan

“Katakan pada pasangan Anda mengapa itu mengganggu Anda dan bahwa Anda ingin mencari solusi,” saran Dr. Wish. Misalnya, kebiasaan suami yang berantakan di rumah. Namun patut disadari untuk memahami bahwa dia tidak merencanakan membuat Anda marah. setiap kali dia ceroboh atau pelupa. Permintaan akan lebih didengar daripada omelan.

7. Jangan memposting pertengkaran di sosial media

“Diskusikan aturan dasar mengenai posting tentang diri Anda, sebagai pasangan dan tentang orang lain,” kata Dr. Castaldo. Biar bagaimana pun Anda perlu menjaga kredibilitasnya.

8. Jangan gunakan kata cerai

Bahkan jika Anda sedang dalam adu argumen yang panas, hindari mengancam untuk pergi. Selain kata cerai itu menyakitkan, peringatan berulang-kali dapat mengakibatkan pasangan tersudut untuk mengabulkan permintaan Anda. “Mengancam perceraian tidak pernah berguna, dan hanya membuat kemungkinan perpisahan terjadi,” ungkap Dr. Lerner.

9. Menjadikannya prioritas

Dengan kata lain, berhati-hati terhadap pengaruh luar, seperti nasihat orang luar yang justru memperkeruh persoalan. “Pasangan bahagia memiliki konflik seperti halnya orang-orang yang bercerai, tapi mereka tahu cara untuk bisa melaluinya,” kata Dr. Castaldo. Masalah berdua sebaiknya dipecahkan oleh kalian berdua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *