Saat Beli Baju Muslim Lebaran, Baiknya Ikut Tren atau Kebutuhan?

Pertanyaan pada judul di atas terdengar kontroversial. Padahal kenyataannya wajar-wajar saja. Mau ikut tren ataupun berdasarkan kebutuhan semata itu sama-sama memilik nilai plus. Untuk itu, jangan ragu kalau mau pinjam uang online demi memenuhi keduanya. Mau ikuti tren atau kebutuhan? Lebih baik pertimbangkan hal ini dulu.

Beli Baju Baru Lebaran Sudah Jadi Tradisi

Kalau bicara soal tradisi, maka setengahnya sudah jadi kebutuhan. Di beberapa daerah bahkan sering ada sindiran ketika salah seorang anak atau yang sudah dewasa tidak beli. Seakan-akan jadi sebuah kewajiban. Akhirnya, mau tidak mau pun beli agar menjadi bagian dari umum. Bisa saja di rumah stok baju Lebaran masih cukup banyak.

Jadi perlu dipertimbangkan lagi ketika mau beli dengan alasan tradisi. Apakah Anda merasa senang dan baik-baik saja terhadap tradisi itu ataukah justru merasa keberatan. Untuk menengahi keduanya, lebih baik beli saja seminimal mungkin. Asalkan sudah mewakili selera berbusana Anda selama ini. Entah itu murah ataupun mahal.

Berkembangnya Produk yang Dijual dengan Metode Online Shopping

Teknologi yang berkembang pesat membuat metode pembayaran juga berubah. Penawaran pun saat ini lebih banyak yang mengalir via daring. Soalnya lebih mudah untuk diterapkan. Anda sebagai pembeli terasa dimanjakan oleh adanya fasilitas tersebut. Mulai dari motif dan deskripsi produknya jadi lebih mudah diakses.

Ketika dibandingkan dengan beli via pasar konvensional tentu tidak bisa selengkap itu. Mulai dari situlah berbagai tren busana muslim meluncur. Sampai di situ, apakah pembeli itu beli busana muslim karena kebutuhan atau tren? Dua-duanya bisa masuk. Tergantung mindset-nya. Hal itu pula yang membuat fasilitas pinjam uang online semakin mudah ditemukan.

Memiliki Keinginan untuk Memilikinya Sejak Lama

Pertimbangan ini bersifat individual. Pada awalnya, ketika pasar konvensional masih berjaya, setiap produk berupa busana muslim itu memiliki harga yang bisa bertahan lama. Namun setelah internet menginvasi peradaban manusia, jatuhnya harga bisa diakibatkan oleh tren. Dari situlah barangkali Anda mau memanfaatkan momentum.

Gara-gara tren, kedudukan baju muslim jadi hampir setara dengan produk elektronik. Setiap perusahaan saling berlomba menghasilkan produk baru. Berbagai inovasi bermunculan. Beberapa tahun yang lalu Anda menginginkan sebuah busana muslim dengan motif dan bentuk tertentu, tapi baru beli sekarang. Soalnya harganya jadi lebih murah. Bisa saja, kan?

Baju Muslim sebagai Simbol dan Identitas

Setiap umat beragama memiliki simbol berupa pakaian, bentuk bangunan, dan lainnya. Nah, dalam islam, baju muslim itu dipercaya bisa mendekatkan pemakainya dengan makna dari Hari Raya Idul Fitri. Hari raya ini hanya setahun sekali terjadi di seluruh dunia. Sebuah hari yang penuh makna dan penuh kebahagiaan yang harus dirayakan bersama.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW pun menganjurkan siapa pun untuk tampil sebaik mungkin pada waktu Lebaran. Jadi bukan hanya tradisi, tetapi langsung anjuran dari Rasulullah SAW. Kalau sudah begitu, masuk kebutuhan atau tren? Condong ke arah kebutuhan. Sedangkan ketika ingin tampil lebih baik “di mata orang lain” lebih mengarah ke tren.

Keduanya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Selalu beriringan, walaupun porsinya tidak selalu sama. Masa sih mau Lebaran pakai baju yang lusuh karena tidak beli selama bertahun-tahun? Jadi, jangan ragu untuk pinjam uang online untuk memenuhi kebutuhan maupun tren tersebut. Jika mau yang recommended, coba pinjam di Tunaiku. Dananya cepat cair.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *